Category Archives: words & thoughts

Welcome November Rain!

cakrawala pagi tampak lebih cerah hari ini
matahari tak seangkuh biasanya
mungkin karena rintik hujan yang sempat membasahi bumi 

aku pergi mengunjungi ruang jiwa
ingin melihat kotak khayal
dan memeriksa isinya

membuka lembaran baru bulan november
ditemani segelas cokelat panas..

berdiri di depan jendela kamar
sambil memandangi rintik hujan
yang mulai berjatuhan liar kemudian menderas
lalu meninggalkan Continue reading

Kelakuan Para Wakil Rakyat

Baca koran tempo pagi ini sambil menunggu keretaku datang, eh headline-nya bikin gue geleng-geleng kepala lagi sambil tersenyum dan memicikkan alis..

“Dana BI RP 68,5 Miliar Mengalir ke Jaksa”

Duh.. kayanya duit segitu dikitt banget. Kemarin kasus Al Amin Nasution, kasus Miranda Gultom, eh sekarang kasus mantan Gubernur dan Direktur Bank Indonesia.

Hmm..kayanya trend kasus suap ga akan pernah mati deh. Satu suap semua suap. Siapa bilang yang bisa latah cuma orang-orang biasa seperti kita dengan trend mode dan fashion? Para pejabat dan wakil rakyat ngak mau kalah dong 😉

Coba deh liat data yang gue copy paste dr Tempo, edisi 6 Oktober 2008 Continue reading

Berdamai dengan Kegelapan

aku menyapa, tersenyum, dan ia merasakannya. baru kali ini aku bertemu orang yang benar-benar hidup. merinding. ya sosoknya sempat membuat bulu kudukku menari.

aku tertegun sejenak menyadari kesempurnaanku. namun dalam sedetik, aku justru merasa sangat kecil. bahkan tak ada apa-apanya darinya.

tak kusia-siakan kumpulan detik yang begitu berharga. aku pun bertukar pikiran dengannya. berceloteh dan juga Continue reading

hai.maaf.tolong.terimakasih.

hey.sorry.please.thank you.

There’re four easy words to write but so hard to tell sometimes..

Entahlah.. semakin banyak yang dilakukan setiap hari, kadang manusia luput mengucapkan 4 kata di atas.

Kadang gue risih kalau dalam 1 hari tidak mengucapkan 4 kata itu, mungkin karena sudah terbiasa dari kecil. Tapi semakin bertambahnya umur, gue sadar mengucapkan 4 kata itu bukan hanya sebuah kebiasaan, tapi lebih karena apresiasi gue ke orang-orang yang gue temui setiap hari.

I think there aren’t just a short words but have magic impacts too. Can u believe this? When u saw someone on street and u said ‘hey’ with a great smile, u bring out some happiness to him/her.


Tanpa sadar kita Continue reading

dengannya.denganmu.hanya itu.

aku ingin keluar dari dunia
berteriak sekuat tenaga pada ibu

“aku lelah bu, lelah sekali”, keluhku.

“kau baru berdiri di garis start, bahkan belum berlari nak” katanya sambil tersenyum.

pelupuk mataku tak mampu menahan lagi air mata
ibu tak terbiasa memelukku
katanya.. supaya aku sekuat baja
kata mereka, baja tak ada apa-apanya dariku
aku rasa mereka keliru
kapas pun lebih kuat dari atmaku
ia rapuh, terlalu rapuh bahkan

atau itu.. hanya rasaku?

aku muak dengan topeng
aku muak dengan fana
tapi kadang aku juga perlu untuk bertahan
ya.. munafik memang

seandainya aku punya sayap
agar tak usah berlari lagi
aku ingin mengunjungi nevereverland
belajar memandang dunia lewat sebuah lensa suara
agar tak ada lagi tatap
bahkan topeng pun entah untuk apa
agar tak usah berlari
tapi beriring bersama
bergerak bersama dengan canda

dengannya
denganmu
dengan cinta
dengan rasa..

hanya itu.

menapak.bergerak.melaju.

degup jantung terasa semakin kencang

memenuhi seluruh rongga telinga

juga ruang di kepala..

tak ada lagi yang tersisa bahkan

untuk mendengar dengung lain

langkah kaki berlari, berpacu dengan waktu

mengejar kereta yang sesak menyeruak

dipenuhi insan-insan dengan rupa entah apa

“hei, jangan masuk lagi, sudah tak ada ruang” kataku.

tapi nampaknya suaraku bak angin lewat

atau mereka yang tak mengerti bahasa manusia?

aku rasa mereka dengar namun acuh lebih baik nampaknya

mereka hanya ingin melaju

berpacu dengan waktu

ya.. sama sepertiku..

kemunafikan nurani

Beberapa terakhir ini gue memperhatikan perilaku orang-orang di sekitar gue, kok kerasa ada yang beda ya?

Ada sebuah kemunafikan nurani di sana.
atau gue aja yang terlalu sensitif?

Nggak juga ah, ada kok beberapa temen gue yang juga ngerasain hal ini.

Kata bunda, menganalisis orang sudah gue lakukan sejak kecil, tapi yang sekarang gue rasain ini beda, rasanya muak.

Tapi tetep aja, I really hate fake people.
Kalo gue perhatiin, kok makin banyak orang yang jadi pengekor ya? Rela ngelakuin apa aja, rela ngikutin kemana aja, rela ngorbanin kejujurannya..

makes a drama in their life & do all d fake things

Ini bukan sudut pandang gue secara subjektif, analisis ini timbul karena gue membandingkan sifat beberapa orang yang dulu dengan yang sekarang.

Kalo alasan klisenya sih Continue reading

.another first.another new.

first day on September..

first day on fasting month..

first work day in one of TV station in Jakarta..

first day believe to create a blog again..

it’s just another first day of my life..

new paper on my books..

new line on my paragraphs..

new chapter of my life..

it’s just my another new beginning..