kemunafikan nurani

Beberapa terakhir ini gue memperhatikan perilaku orang-orang di sekitar gue, kok kerasa ada yang beda ya?

Ada sebuah kemunafikan nurani di sana.
atau gue aja yang terlalu sensitif?

Nggak juga ah, ada kok beberapa temen gue yang juga ngerasain hal ini.

Kata bunda, menganalisis orang sudah gue lakukan sejak kecil, tapi yang sekarang gue rasain ini beda, rasanya muak.

Tapi tetep aja, I really hate fake people.
Kalo gue perhatiin, kok makin banyak orang yang jadi pengekor ya? Rela ngelakuin apa aja, rela ngikutin kemana aja, rela ngorbanin kejujurannya..

makes a drama in their life & do all d fake things

Ini bukan sudut pandang gue secara subjektif, analisis ini timbul karena gue membandingkan sifat beberapa orang yang dulu dengan yang sekarang.

Kalo alasan klisenya sih “hei, it’s life!”

Iya juga sih, bakal banyak yang berubah, energi-energi positif makin lama makin menyusut dari jiwa manusia.

Tapi gue ga rela kalo semua itu terjadi sama orang-orang di sekitar gue.

Kekuasaan, harta, pengaruh yang besar, bahkan cinta kadang menjadi alasan yang membuat semua itu terjadi.

Gue adalah orang yang independen, tapi bukan berarti orang-orang di sekitar gue menjadi tidak penting, they’re my life.

Tapi di satu sisi, gue lebih menghargai orang yang berjalan di sebelah gue, bukan di depan atau belakang gue..

Cos we’re FRIEND.

Orang yang bukan hanya mau bercerita dan mengeluh, tapi juga mau mendengarkan.

Dan intinya, yah nggak palsu, no pretenders.

Susah sih nyari orang yang kayak gitu, tapi gue bersyukur di dalam hidup gue masih ada mereka yang nggak pake topeng, tapi tetep aja langka.

I love & appreciate them. No. I mean. I really. 🙂

Advertisements

3 thoughts on “kemunafikan nurani

  1. si bondoL

    lus…gw jg prnh rasain ap yg lo rasain d tlsn blog ini,,

    gag tau yah lus,,gw cukup dgn bdiam d kmr,,matiin lampu,,trus bdoa..smua tenang lus,,bnran..!!!
    emang neting msh sk kpikiran gt,,tp mls jg klo trll d pikirkan..
    mpe ank2 kosan aku ajh pd triak2,,kwatir gt ma gw,,gw kunci kmr matiin lampu,dll..hehehe

    ttp smangad yah my sistagh!!
    gbu!

    Reply
  2. arda

    i think people who use a ‘mask’
    is never really believe in themselves

    …so have we believed in ourselves??

    ——————————————–
    *quote : “Tapi di satu sisi, gw lebih menghargai orang yang berjalan di sebelah gw, bukan di depan atau belakang gw..” *

    gak juga kok cy.. inget “ing madyo mangun karso, ing ngarso sung tulodo, blabla bleh..”? sometimes we need somebody to follow & be followed

    Reply

Leave a Comment

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s