Tag Archives: life

Tentang Hidup di Bulan Januari hingga Juli 2011

Hai Januari, Februari, Maret, hingga Juli,

Entah mengapa tahun 2011 terasa begitu cepat. Apa karena saya tertidur cukup lama? Atau mungkin tidak benar-benar hidup di enam bulan pertama di tahun ini? Atau justru terlalu banyak bermain hingga lupa waktu? Entahlah, apapun itu, saya hanya bisa tersenyum. Ada gejolak dalam diri yang cukup menyadarkan saya bahwa waktu tidak bisa menunggu. Waktu tidak memberikan kesempatan pada saya untuk berhenti sejenak lalu minum teh hangat dan berbincang dengannya. Ia tak kenal kompromi. Namun, itu semua yang membuat saya harus berterimakasih. Kalau ia berhenti, mungkin saja semua berkah juga ikut berhenti. Mengapa saya membuat judulnya seperti di atas untuk tulisan ini? Karena saya sadar kalau hidup saya di bulan Agustus dan seterusnya nanti akan lebih serius. Jadi saya putuskan untuk membuat catatan tentang taman bermain saya di bulan Januari hingga Juli tahun ini. Ayo buat punyamu juga! šŸ˜‰

JANUARIĀ semakin mendekatkan saya kepada Continue reading

End of November ’09

[12.30 pm] i just lost my friend. after seven days comma in hospital, he breathed his last on Sunday night 8pm. i hugged her mom and my tears were streaming down my face. i couldn’t explain well. it was such a weird feeling. i wasn’t that close to him, but before the accident, we talked many things. 3 days before the accident, we watched 2012. the nite before it happened, he promised that he would take me to the airport before looked for closing film of INAFFF.Ā  it’s just too fast. things we had talked before might be not that important, but we laughed at all the secrets we shared. for the first time, i came to my friend’s funeral. i was trembling, i couldn’t Continue reading

PerihalĀ Ikhlas

Setelah mengalami banyak hal yang sempat “menguji” hidup di tahun ini, saya jadi sadar begitu banyak hal yang membutuhkan kesabaran dan keikhlasan.

Setiap hari saya mencoba mengisi lembaran putih kehidupan dengan tinta hitam yang tak terlalu pekat namun juga tak terlalu buram.
Saya sadar, tidak semua tulisan bisa dinikmati orang, tidak semua tulisan bisa enak dibaca. Untuk membuatnya bisa dinikmati banyak orang, kadang saya harus merevisi setiap lembarnya, bahkan mengulangnya dari awal. Mengganti tinta, merobek kertas, sampai kadang harus merubah gaya dan bentuk tulisan. Tidak menjadi murni lagi memang, but that’s the only way to get a good writing.

Dalam proses menulis ini saya banyak belajar. Kita hidup dalam lingkungan sosial yang penuh dengan rupa egoisme. Kadang saya berpikir Continue reading

Memorabilia Sekolah Dasar

tak terasa satu windu telah berlalu
dua musim pun sudah bosan berganti tampaknya
menjadi saksi perjalanan kami masing-masing

aku ingin menghentikan waktu
seandainya bisa

karena celoteh dan tawa
kembali berkumpul hari ini
juga senda gurau tentang hari-hari kemarin

lucu rasanya Continue reading

Berdamai dengan Kegelapan

aku menyapa, tersenyum, dan ia merasakannya. baru kali ini aku bertemu orang yang benar-benar hidup. merinding. ya sosoknya sempat membuat bulu kudukku menari.

aku tertegun sejenak menyadari kesempurnaanku. namun dalam sedetik, aku justru merasa sangat kecil. bahkan tak ada apa-apanya darinya.

tak kusia-siakan kumpulan detik yang begitu berharga. aku pun bertukar pikiran dengannya. berceloteh dan juga Continue reading

hai.maaf.tolong.terimakasih.

hey.sorry.please.thank you.

Thereā€™re four easy words to write but so hard to tell sometimes..

Entahlah.. semakin banyak yang dilakukan setiap hari, kadang manusia luput mengucapkan 4 kata di atas.

Kadang gue risih kalau dalam 1 hari tidak mengucapkan 4 kata itu, mungkin karena sudah terbiasa dari kecil. Tapi semakin bertambahnya umur, gue sadar mengucapkan 4 kata itu bukan hanya sebuah kebiasaan, tapi lebih karena apresiasi gue ke orang-orang yang gue temui setiap hari.

I think there aren’t just a short words but have magic impacts too.Ā Can u believe this? When u saw someone on street and u said ‘hey’ with a great smile, u bring out some happiness to him/her.


Tanpa sadar kita Continue reading

kemunafikanĀ nurani

Beberapa terakhir ini gue memperhatikan perilaku orang-orang di sekitar gue, kok kerasa ada yang beda ya?

Ada sebuah kemunafikan nurani di sana.
atau gue aja yang terlalu sensitif?

Nggak juga ah, ada kok beberapa temen gue yang juga ngerasain hal ini.

Kata bunda, menganalisis orang sudah gue lakukan sejak kecil, tapi yang sekarang gue rasain ini beda, rasanya muak.

Tapi tetep aja, I really hate fake people.
Kalo gue perhatiin, kok makin banyak orang yang jadi pengekor ya? Rela ngelakuin apa aja, rela ngikutin kemana aja, rela ngorbanin kejujurannya..

makes a drama in their life & do all d fake things

Ini bukan sudut pandang gue secara subjektif, analisis ini timbul karena gue membandingkan sifat beberapa orang yang dulu dengan yang sekarang.

Kalo alasan klisenya sih Continue reading