Tag Archives: indonesia

Terios 7 Wonders: Highlight Penyeberangan Lombok – Sumbawa

Hari ke-10 (10 Oktober 2013): Lombok – Sumbawa (menyeberang via Pelabuhan Kayangan – Pototano).

Pagi itu, pukul delapan waktu Indonesia bagian tengah, kami pergi melanjutkan perjalanan ke Pulau Sumbawa. Dompu, kota yang terletak di timur Pulau Sumbawa menjadi destinasi Terios 7 Wonders Hidden Paradise selanjutnya. Sebelum melewati Selat Alas menuju Sumbawa, kami menuju Pelabuhan Kayangan, letaknya sekitar 2 jam melewati Praya (Lombok Barat) ke arah Lombok Timur.

Pemandangan menuju Pelabuhan Kayangan.

Pemandangan Gunung Rinjadi dalam perjalanan menuju Pelabuhan Kayangan.

Sebentar-sebentar berhenti, Lombok terlalu cantik untuk nggak difoto!

Sebentar-sebentar berhenti, Lombok terlalu cantik untuk nggak difoto!

Lombok tidak hanya membuat saya jatuh hati dengan Continue reading

Terios 7 Wonders: 2 Pantai Tersembunyi di Lombok

Hari ke-9 (9 oktober 2013): Pantai “Pink” Tangsi dan Pantai Selong Belanak.

“Horeeeee, akhirnya gue bisa nyebur!” Mumun berteriak kegirangan ketika kami sampai di Pantai Tangsi, pantai yang disebut-sebut sebagai pink beachnya Lombok. Sebagai pejalan yang lebih menyukai berleyeh-leyeh di pantai, delapan hari perjalanan tanpa kena air laut itu rasanya kurang afdol bagi satu-satunya teman wanita saya dalam perjalanan ini. Memang sih, kami sudah sempat bermain air di destinasi pertama (Sawarna), tapi rasanya beda. Pantai di Jawa itu lebih cocok untuk surfing dan terlalu berbahaya untuk dipakai renang. So, here we go. Kami menghabiskan momen-momen before sunset dan after sunset di dua pantai tersembunyi di bagian tengah dan selatan Lombok.

Pantai Tangsi, Desa Temeak, Kabupaten Jerowaru, Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat.

Pantai Tangsi, Desa Temeak, Kabupaten Jerowaru, Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat.

Memarkir si putih dekat pantai.

Memarkir si putih dekat pantai.

“Ayo, jangan lepas dari Continue reading

Terios 7 Wonders: Highlight Penyeberangan Bali – Lombok

Hari ke-8 (8 Oktober 2013): Denpasar – Mataram (via Pelabuhan Padang Bai – Lembar).

“Horeee, kita ke Lombok!” Saya berseru kegirangan ketika mobil kami akhirnya memasuki Pelabuhan Padang Bai untuk segera menyeberang ke Lombok. Selama di Bali, sinyal operator saya bertuliskan 3G tapi nggak bisa browsing atau akses internet lainnya. Ternyata, kami sampai di Bali berbarengan dengan meeting tahunannya APEC. Jadi rebutan sinyal deh sama petinggi-petinggi negara itu.

Somewhere near Padang Bai.

Somewhere near Padang Bai.

Jejeran si putih selalu cantik kalau difoto!

Jejeran si putih selalu cantik kalau difoto!

Saya dan tim Terios 7 Wonders bisa bersantai Continue reading

Terios 7 Wonders: Jatuh Cinta dengan Pelabuhan Ketapang dan Gilimanuk

Hari ke-7 (7 Oktober 2013): Menyebrang dari Jawa ke Bali (via Pelabuhan Ketapang – Gilamanuk)

I hate harbor, especially Padang Bai. Pengalaman pertama kali menyebrang balik dari Gili Trawangan ke Bali akhir tahun lalu adalah pengalaman yang paling tidak mengenakkan. Saya dan sahabat-sahabat saya dipaksa oleh preman lokal untuk naik mobil travel mereka padahal kami sudah menyewa mobil. Sejak saat itu, kalau pergi ke suatu detinasi ada pilihan naik pesawatnya, mendingan naik pesawat deh. *sok banget padahal kere*

Until one year later and this road trip made me facing several harbors again. Pelabuhan Ketapang dan Gilimanuk adalah dua pelabuhan pertama yang harus kami lalui untuk sampai ke destinasi ke-5, yaitu: Desa Sade Rambitan di Lombok.

Goodbye Java, Hello Bali!

Goodbye Java, Hello Bali!

Sekitar jam 10, selepas makan pagi di Taman Nasional Baluran, seluruh tim Continue reading

Terios 7 Wonders: Taman Nasional Baluran, Afrikanya Pulau Jawa!

Hari ke-6 & 7 (6-7 Oktober 2013): Desa Ranupani – Taman Nasional Baluran.

“Woahhhhh, berenti bentar dong. Mau fotoooo!” Rizky, si pengemudi mobil nomor 7 yang penumpangnya adalah blogger semua (saya, Mumun, dan Bambang) sepertinya sudah mulai terbiasa dengan permintaan itu. Sebagai mobil yang posisinya paling belakang, kami punya privilege untuk berhenti dan memotret tanpa perlu takut menghalangi mobil lain. Mumun dan Bambang sudah pernah ke Baluran, namun antusiasme mereka tidak kalah dengan saya yang baru pertama kali mengunjungi savana terluas di Pulau Jawa ini. Rasanya ingin memotret semua pohon-pohon keringnya, oh i love twigs!

Sepanjang jalan masuk menuju Taman Nasional Baluran. Don't you love it?

Sepanjang jalan masuk menuju Taman Nasional Baluran. Don’t you love it?

Continue reading

Terios 7 Wonders: Ranupani, Kehangatan di Kaki Gunung Semeru

Hari ke-4 & 5 (4-5 Oktober 2013): Yogyakarta – Malang – Desa Ranupani.

“GILAAAA BAGUS BANGETTTT, BAGUSSS BANGETTT!” Meskipun sudah pernah mengunjungi desa yang terletak di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru, saya masih saja teriak-teriak kegirangan seperti anak kecil sepanjang perjalanan dari Malang menuju tempat syuting film 5cm itu. Begini nih noraknya kalau anak kota pergi ke desa! 😀

Semeru from a distance.

Semeru from a distance.

terios 7 wonders - tengger 3

Muter lewat Lumajang karena jalur Tumpang sedang ada perbaikan.

Jalan aspal berliku di daerah Lumajang.

Jalan aspal berliku di daerah Lumajang.

Beautiful sunset, somewhere in Lumajang.

Beautiful sunset, somewhere in Lumajang.

Perjalanan menuju kediaman Suku Tengger membuat bulu kuduk saya merinding. Continue reading

Terios 7 Wonders: Museum Sisa Hartaku, Saksi Erupsi Merapi

Hari ke-3 (Rabu, 3 Oktober 2013): Yogyakarta – Desa Kinahrejo, Cangkringan.

Setelah selesai bertualang di medan pasir, saya dan teman-teman tim Terios 7 Wonders mengunjungi Museum Sisa Hartaku, letaknya di Desa Kepuharjo, sekitar 5 menit perjalanan dengan mobil dari Desa Kinahrejo. Museum ini dulunya adalah rumah Pak Riyanto dan keluarga.

Ketika memasuki halaman depan, saya langsung disambut dengan rangka besi motor Suzuki yang sudah berkarat dan tulang belulang sapi. Menurut Mas Widodo, adik Pak Riyanto yang ditugaskan menjaga museum dan menjadi guide kami saat itu, sapi yang rangkanya dipajang di depan rumah mempunyai arti penting. Dari sapi itulah Pak Riyanto bisa membangun rumah dan menghidupi keluarganya.

Sisa harta karun keluarga Pak Riyanto yang kini menjadi isi Museum Sisa Hartaku.

Harta karun keluarga Pak Riyanto yang sudah menyatu dengan debu merapi dan menjadi isi Museum Sisa Hartaku.

Continue reading