Terios 7 Wonders: Bertualang di Desa Debu Merapi

Hari ke-3 (Rabu, 3 Oktober 2013): Yogyakarta – Desa Kinahrejo, Cangkringan.

“Siapa aja yang mau naik jeep?” tanya Om Endi (kepala produksi untuk keperluan shooting media) ketika kami bersiap-siap untuk Lava Tour di kawasan Desa Kinahrejo, Kabupaten Sleman, Yogyakarta.

Awalnya pengen tunjuk tangan, tapi akhirnya saya mengurungkan niat. Naik jeep di daerah berbatu dan berpasir udah terlalu mainstream dong ah, penasaran gimana rasanya kalau naik mobil SUV! *padahal mah lagi males debu-debuan aja :p

Teman-teman media dan blogger yang ikut dengan mobil jeep.

Teman-teman media dan blogger yang ikut dengan mobil jeep.

Batu dan pasir? Lewat men!

Batu dan pasir? Lewat men!

***

Tari Jathilan menjadi pembuka pagi kami di Desa Kinahrejo, Cangkringan, Sleman. Paduan gamelan, satu set drum, dan penari yang memakai kostum warna-warni menarik perhatian anak-anak kecil setempat. Langit pagi itu agak mendung dan anak-anak terlihat sangat betah melihat tarian yang menceritakan tentang kegagagahan pahlawan-pahlawan kita menunggangi kuda pada saat melawan penjajah Belanda. Setelah suguhan kesenian tradisional khas Jawa Tengah itu selesai, Daihatsu melakukan simbolisasi penanaman sepuluh ribu pohon sebagai bentuk Corporate Social Responsibility di lahan yang terkena muntahan lava Merapi.

Kolaborasi alat musik tradisional dan modern menarik perhatian ana-anak Desa Kinahrejo.

Kolaborasi alat musik tradisional dan modern menarik perhatian ana-anak Desa Kinahrejo.

Tari Jathilan, kesenian tradisional asli Jawa Tengah.

Tari Jathilan, kesenian tradisional asli Jawa Tengah.

Simbolisasi penanaman 10.000 pohon oleh tim Terios 7 Wonders.

Simbolisasi penanaman 10.000 pohon oleh tim Terios 7 Wonders.

***

Desa Kinahrejo yang terletak di Kabupaten Sleman, Yogyakarta menjadi pilihan destinasi Hidden Paradise ke-2 dalam perjalanan Terios 7 Wonders. Kenapa? Karena desa wisata ini terkenal sebagai tempat tinggal alm. Mbah Maridjan, juru kunci Gunung Merapi yang meninggal ketika erupsi Merapi tahun 2010. Untuk mengelilingi desa yang sekarang sudah berubah menjadi area bukit pasir ini, Merapi Land Cruiser Community menyewakan jeep untuk para turis. 

Mobil APV yang sempat berjasa ketika mengungsikan para warga desa ke barak-barak terdekat.

Bangkai mobil APV yang sempat berjasa ketika mengungsikan para warga desa ke barak-barak terdekat.

***

“Hah, seriusan jeepnya cuma satu, sisanya naik Terios? Emangnya Teriosnya bisa om?” Saya bertanya dengan ekspresi kaget. Om Endi pun hanya tertawa iseng melihat muka saya yang masih melongo.

Setelah diujicoba melewati jalur ekstrim Pelabuhan Ratu – Sawarna, tujuh Daihatsu Terios diajak kembali melewati rute bebatuan dan berpasir. Awalnya, jalanan menuju rumah alm. Mbah Maridjan masih normal dan beraspal. Sisanya? Butuh kelihaian pengemudi karena jalanannya licin dengan tebing pasir di kanan kirinya. Kontur medannya pun tidak rata, banyak tanjakan dan turunan yang membuat jantung agak dagdigdug. Ketika lava tour, kita juga sempat melewati jalur berkelok-kelok dengan jurang besar berisi mobil pengeruk pasir yang sedang bekerja. Untungnya, anggota tim Terios 7 Wonders ini adalah jurnalis-jurnalis otomotif yang sudah sering menjajal performa mobil seperti di acara Top Gear, saya dan teman-teman blogger pun bisa duduk anteng sambil bercanda via HT. Haha..

Entah berapa banyak tanjakan kaya gini dan nggaka da yang selip. Driver-drivernya Terios 7 Wonders ajaib semua! (doc. Wira Nurmansyah)

Entah berapa banyak tanjakan kaya gini dan nggak ada yang nyangkut satu pun. Driver-drivernya Terios 7 Wonders ajaib semua! (doc. Wira Nurmansyah)

Doc. Puput Aryanto.

Kalo belum biasa offroad, jangan coba-coba nyetir mobil biasa ke sini ya! (doc. Puput Aryanto)

Pemandangan dari kursi navigator. Hati-hati jika menyetir sendiri bung!

Pemandangan dari kursi navigator. Hati-hati jika menyetir sendiri bung!

“Sebenernya Terios bisa nggak sih ngelewatin medan-medan tadi kalo supirnya bukan kalian? Kalo kalian kan udah biasa offroad.” rasa penasaran saya yang tidak sempat dijawab oleh Om Endi kembali saya tanyakan kepada Rizky, supir paling funky di mobil nomor 7.

Kalo belum biasa offroad, mendingan jangan nyetir ke kawasan Merapi. Ban Terios itu di-design untuk dipake di aspal, kalo kena pasir ya jadinya licin banget, mesti pinter mainin setir dan rem. Apalagi debunya banyak, mata juga harus hati-hati. Tapi gue sebenernya juga kaget sih, Teriosnya ternyata bandel juga.” kata Rizky sambil menyetir ke arah Desa Kepuharjo yang letaknya bersebelahan dengan Kinahrejo. Saya pun mengangguk-angguk. *untung dia nggak jelasin pake istilah otomotif, kalo nggak, gue udah pingsan :p

Kerjasama warga lokal dan perusahaan pengeruk pasir untuk kembali membangun desa mereka yang telah hancur.

Kerjasama warga lokal dan perusahaan pengeruk pasir untuk kembali membangun desa mereka yang telah hancur.

Advertisements

29 thoughts on “Terios 7 Wonders: Bertualang di Desa Debu Merapi

  1. Dewinda

    suka sama kalimat yang ini “The most important thing: karena akan sulit menemukan tempat sampah, bawa kantong plastik atau kantongin sampah sendiri dan jangan membuang sampah sembarangan di area pasir.” Kebanyakan masih kurang peduli main asal buang sampah asal ga ada yg liat 😦

    eh eh knapa fotonya yg nulis blog ga nampang disini juga? :p

    Reply
    1. lucianancy.com Post author

      iya euy, masih banyak yg nggak sadar pentingnya buang sampah di tempatnya. 😦
      haha foto yang nulis blog dikit nih, keasikan foto-foto yang lain.. di next post deh. 😀

      Reply
  2. samuel rizal

    Wah, kebetulan gw pengguna terios juga, tapi ngga tega mau bawa ke jalur extreme kaya gini.
    Tapi setelah baca ini jadi mau coba juga ketangguhan terios gw. Dan gw tau bgt tuh jalur disana exteme banget. Terios gw Paling banter jalan2 rusak kalo pulang kampung doang.
    Hehehehe…………..
    Tapi apa itu di modifikasi atau standar yah?
    Apa ada pergantian di bagian ban atau kaki kaki?
    Mohon pencerahannya mba, yang sudah merasakan langsung ke medan extreme.

    Reply
    1. lucianancy.com Post author

      kalo menurut driver-driver dan orang Dihatsunya, mobilnya masih standar pabrik kok, nggak ada modifikasi apapun. Kalo mas udah biasa offroad dan suka lewat jalur ektrim, coba dibawa aja Teriosnya. 😀

      Reply
  3. ranumesha

    Terios berapaan ya Ci? Berapaan muatnya-maksudnya? Keluarga gue seneng mudik pake mobil. Dan secara udah nambah anggota baru dan akan menambah anggota baru, kayaknya seru juga mudik pake gituan. ((( GITUAN )))

    Eh anyway, lu pade gila juga ye, ke Merapi naik gituan. ((( GITUAN LAGI )))

    Reply
  4. Pingback: #Terios7wonders Museum Sisa Hartaku: Saksi Erupsi Merapi | lucianancy.com

  5. noehnuh

    mayan foto gw di pajang sma sigit plus wira…oleh2 dari terios 7 wonders kulit gw jdi item..tapi seru..lebih seru dari tahun kemaren…mantab deh buat non uci similikiti…hehe

    Reply
  6. Tommy

    Wowwww.. Gokil euy.. Modalnya cm satu kaka uci.. Nekaaddd.. Salutt buat driver dan jg team yg lain..heheee.. Sebenernya kalo udah mengandalkan skill si driver.. Mobil sekelas h***a jazz pun bisa aja ke merapi.. Kalo mw dipaksain dan skill drivernya emang nomer wahid.. Tapi balik lagi ke basicnya.. mobil tersebut didesain peruntukannya untuk apa?? Kalo saya sih sayang banget sama mobilnyaaa kaka ucii.. Mendingan buat sayaa ajahh mobilnya.. Kalo mw gujlak2an pake mobilku aja tuhh..hehee selain skill hendaknya dipersiapkan juga recovery kit nya kalo2 pas nyoba masuk trek, nyangkut or ad trouble yg lain..hehee yg penting.. Keep drive safely, team work jg penting, Safety first lah yg penting.. Kan mw berlibur dan menikmati indonesia, peer banget kan kalo trouble nya kita yg buat sendiri padahal ud tau kalo dicoba ad kemungkinan untuk kena trouble.. Okaaaiiiii kakak uciii.. Selamat berkegiatann.. Tetap semangaatt.. Ajak2 yak next event..:p

    Regards,
    -tommy-

    Reply
  7. Sovi

    Bahaya nih baca petualangan Uci.. jadi pengen punya mobil kan..kan..kan.. jadi pengen tau offroad cam mana, haiiiissshhh..

    Reply
  8. Pingback: [Terios7Wonders] Girls On Board | Be Yourself Woman | @lusitris

Leave a Comment

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s