Macabre The Movie

INAFFF (Indonesia International Fantastic Film Festival)  2009. Awalnya saya tidak tertarik untuk menyaksikan festival bergenre horror, thriller, sci-fi, fantasy, & anime. Kenapa? Nyali saya nol dan semakin menciut menjadi minus kalau sudah berurusan dengan genre yang satu ini. Tapi karena rasa penasaran terus menggerogoti, saya langsung mencari tiket untuk film openingnya. Thanks to Mas Dodi cos i saw the uncut version. And of course thanks to Sly, the festival director who made it happen this year.

Macabre/Darah/Rumah Dara. Kamu bisa menyebutnya dengan berbagai judul. Tapi yang pasti, ini benar-benar rumah darah! Kamu akan melihat darah di sepanjang film ini dan juga berbagai macam alat yang membuat tetesan darah bercucuran layaknya air.  Bagi yang belum pernah mendengarnya, wajar saja karena film ini justru beredar lebih dulu di berbagai festival film di luar negri.

Film hasil besutan The Mo Brothers (Kimo Stamboel dan Timo Tjahjanto) ini sebenarnya bukan film mereka yang pertama. Bagi yang sudah menonton DARA dalam film antologi horor “Takut: Faces of Fear”, tentunya film ini menjadi sajian yang kamu tunggu-tunggu.

Saya tidak akan memberikan spoiler, saya hanya akan membiarkan imajinasi anda melanglangbuana melalui kata-kata saya. Premis film ini adalah: “Enam orang sekawan yang ingin pulang ke Jakarta tetapi bertemu seorang wanita tersesat yang membawa mereka ke dalam petualangan berdarah di sebuah rumah misterius di tengah hutan.” What’s in ur imagination? Here we go..

Dara, diperankan dengan sangat anggun dan dingin oleh Shareefa Dhanish. Jangan pernah membayangkan sosok ibu yang baik hati dan ramah, Dara sangat ahli menipumu dalam menit-menit awal. Meski suaranya diberat-beratkan agar terkesan seram (saya agak terganggu dalam bagian ini), peran yang dimainkannya cukup membuat penonton menunggu setiap aksinya terhadap 6 sahabat itu. Karena kepiawaiannya pun, ia mendapatkan penghargaan sebagai Best Actress dalam Puchon International Fantastic Film Festival (PiFan 2009).

Kedatangan Ario Bayu, Sigi Wimala, Julia Estelle, Daniel Mananta, Dendi Subangil, & Michael Lucock diterima dengan sangat baik oleh Dara. Tapi pertanyaannya adalah “Akankah mereka bisa keluar dari rumah tersebut dalam kondisi yang sama seperti mereka masuk?” Suasana mencekam mulai terajut dari aksi-aksi yang dilakukan oleh Imela Therinne, Arifin Putra, & Ruli Lubis. Sebagai anak Dara, mereka punya “kebiasaan” yang sama dengan sang ibu.

Plot ceritanya tidak terlalu cepat. Di setengah jam pertama kamu hanya akan dibuat beberapa kali kaget (atau mungkin bisa juga tidak). Pembantaian tidak terjadi secara terburu-buru. Kimo & Timo ingin mengenalkan rumah Dara secara lebih detail dan membuat penonton merinding dengan semua karakter dalam film, dekorasi dan semua properti di dalamnya. Pedang, kepala-kepala kijang, proyektor tua, dan gramafon. Ditambah lagi music scoring dari Zeke Khaseli, bulu kuduk saya merinding! Bravo Zeke!

Setiap orang punya pengalamannya sendiri dalam rumah itu. Mereka berpetualang dengan banjir darah. Awalnya saya enggan melihatnya, namun karena sepanjang film ada darah di mana-mana, jadinya sudah terbiasa. Agak terlalu berlebihan, tapi untungnya mereka punya poin lain yang cukup kreatif. Benda-benda yang digunakan untuk membuat darah-darah itu berceceran seperti pedang, gergaji mesin, bahkan tusuk konde! Upss..

Macabre membawa angin segar bagi kamu yang sudah bosan dengan film horor Indonesia yang ya..kamu taulah 😉 Bagi kamu yang ingin menonton, film ini akan tayang di ruang publik pada bulan Januari 2010. Tapi sayangnya akan ada banyak sensor. Oiya, kalau kamu lapar, Dara akan membawakan hidangan yang sangat lezat.  Dia chef yang handal lho! Kamu siap mencicipi sajiannya? Di sana akan ada banyak toples juga.. isinya? Hmm yummy..

Yah..Kalau kata Chef Dara “ENAKK KANN??” Selamat menonton 😉

-my cubicle 20.10.09 @11.45-

Advertisements

6 thoughts on “Macabre The Movie

  1. apit

    Saya kok jadi kebayang film ini, gabungan dari film ‘silence of the lambs’ dan ‘saw’ ya????
    Trailernya juga kurang berhasil bikin saya mau nonton film ini. Walaupun efek ‘muka bengep’ Julie Estelle keren juga tuh.
    Akting ‘memukau’ Daanish yang diceritakan di review, tidak ada di trailer. Yang ada hanya suara berat Daanish, yang untuk ini saya setuju dengan penulis, terdengar kurang alami.

    Reply
  2. dancingsoul Post author

    @gautama: setidaknya setingkat lebih menarik drpd slasher2 Indonesia lah..
    @apit: benar sekali saudara apit! ketika melihat dekorasi ruang bawah rumah tersebut pun saya membayangkan silence of the lambs. cara pembunuhannya pun banyak mengadaptasi dari Saw. tapi film ini direkomen untuk yang ingin melihat efek-efek darah yang setingkat lebih nyata dan berkualitas. oiya, di film ini banyak hal yang bisa membuat kamu tertawa 😉 *udah ga ada yg bisa ngalahin psikonya hanibal lecter deh!

    Reply
  3. Monica

    Seru..1 hal yg aku suka slain acting para pemainnya : warna darah look Real..bkn merah yg seperti obat merah jaman aku SD..

    Reply

Leave a Comment

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s