RS Release Party Januari 2010

Iga, Remedy, & Andra -The Trees & The Wild-

Selasa, 12 Januari 2010. Musik Indonesia berjaya di negerinya sendiri. Rolling Stone Indonesia kembali menggelar Release Party-nya untuk para pecinta musik dan pembaca setianya. The Alastair, Efek Rumah Kaca, Samsons, The Trees and The Wild, dan The Flowers kali ini mendapatkan kesempatan untuk menggebrak panggung kantor Rolling Stone (RS) yang terletak di Jl. Ampera Raya no 16.

Soleh Solihun, sang MC yang penuh banyolan  membuat penonton menunggu setia walau panas agak sedikit menyergap lantai 2 kantor RS. Setelah selesai membuat penonton terbahak-bahak dengan lelucon cerdasnya itu, ia mengantar The Alastair yang akhirnya membuka acara tepat pukul 20.30 malam.

Bersama The Alastair, Reuben Elishama memperkenalkan lagu-lagu idealis mereka yang mayoritas menggunakan bahasa Inggris. Rupa, lirik, dan musik mereka cukup membuat penonton (dan mungkin penggemar baru mereka) terpukau. Awalnya saya tak begitu tertarik, tapi ketika ritme gitar “Miracle” mulai mengalun, sepertinya saya menikmati.

Coba tebak siapa yang bermain di penampilan kedua? Efek Rumah Kaca! Awalnya, belum ada kepastian mereka akan tampil atau tidak. Cholil, si bapak vokalis rupanya sedang menanti kelahiran putra pertamanya, Angan Senja.

“Wah sepanjang kita jadi langganan main di Rolling Stone, penonton kali ini yang paling banyak!” seru Cholil sebelum “Kau dan Aku Menuju Ruang Hampa” mengalir ke telinga penonton.

Suara penonton masih terdengar samar ketika “Mosi Tidak Percaya” & “Jangan Bakar Buku” dilantunkan. Tapi ketika perjuangan Munir yang dikemas dalam budaya pop itu dimainkan, penonton bernyanyi bersama dari awal sampai akhir lagu. 5 lagu sepertinya tidak cukup, tapi “Jalang” harus menutup aksi panggung band langganan RS ini dan mengantar Cholil menanti Angan Senja.

Adrian, Akbar, & Cholil ERK Menuju Ruang Hampa

Bams, Aldri, Erik, Konde, dan Irfan yang tergabung dalam Samsons menjadi penampil ketiga. “Naluri Lelaki” dilempar ke penonton dengan aransemen baru yang ketukannya lebih lambat. Lalu disusul dengan “Hey Gadis”, “Tak Ada Tempat Seperti Surga”, dan “Dengan Nafasmu”. Hmm..tapi suara penonton menjadi hilang sejenak ketika Bams dkk bernyanyi, terpaku atau setia pada idealisme?

Band yang saya tunggu akhirnya muncul juga! Setelah kembalinya Remedy sang vokalis dari negri Paman Sam, The Trees and The Wild kembali membuat saya ingin mencicipi “Rasuk” lagi secara langsung. Meskipun masih dalam proses checksound, blitz kamera sudah terlihat berkerlap-kerlip dengan centilnya.

“Berlin”, “Malino”, “Our Roots”, “Irish Girl”, dan “Derau & Kesalahan” tersaji dalam satu paket komplit di panggung bernuansa merah. Seperti biasa, 4 personil tambahan yang setia menemani trio Remedy, Andra, dan Iga membuat musik TTATW menjadi kaya. Siap-siap luluh dengan “Irish Girl” yang dinyanyikan dengan sangat lembut oleh vokalis yang suaranya mirip John Mayer ini. Kebetulan saya merekamnya 😉


Peluh keringat dan gelisah penonton semakin menggeliat. Bibir panggung pun terasa semakin sesak ketika Njet, Boris, Leo, Eugen, dan Dado memasuki panggung. Hei..rupanya Rajawali dan Rajawati (sebutan untuk penggemar The Flowers) tak mau kalah mendekati posisi paling depan!

The Flowers is back!

The Flowers terlihat mantap dan siap menerjang dengan formasi barunya. Mereka membawakan “Lonely Boy”, “Rajawali”, “Ku Terbuai”, “Tolong Bu Dokter”, dan lagu dari album baru dengan beringas namun tetap terkontrol. Agak aneh melihat Eugen yang sebenarnya lebih pantas berada di panggung jazz. Tapi rupanya kehadiran saksofonis yang juga merupakan elemen utama band ini memberi nuansa segar pada musik rock n roll masa kini. Selamat datang kembali The Flowers!

Soleh Solihun lalu menutup acara diiringi rasa kecewa bercampur puas ketika The Flowers turun dari panggung. Di lantai bawah, para penonton yang hadir terlihat membaur dengan musisi dan juga ponggawa-ponggawa Rolling Stone. Bertegur sapa, berbincang-bincang, dan mengabadikan foto bersama.

Hasrat para musisi tersalurkan, penonton puas, majalah habis terjual, t-shirt Rolling Stone banyak dibagikan gratis, dan 1 goodie bag berisi “harta karun” Bon Jovi juga sudah diserahkan secara cuma-cuma. Terima kasih Rolling Stone dan sampai jumpa di edisi bulan Februari wahai para pecinta musik lokal!

Rajawali & Rajawati

Reported by @lucianancy


Advertisements

One thought on “RS Release Party Januari 2010

Leave a Comment

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s